Cara Menurunkan Berat Badan

Apa Itu Om Telolet Om?

Apa itu Om Telolet Om? Banyak sekali kejadian yang unik dan menarik terjadi di Indonesia ini, terlepas dari peristiwa politik dan kenegaraan, dunia hiburan dan entertainment paling meriah dan paling banyak warnanya. 

om telolet om

What is Om Telolet Om? Many people talking about it in Social Media, and spamming in Instagram post. Om telolet om become trending topic on Twitter. 

So, what is actually om telolet om? Many people are confuse and asking about it.
Om telotet om is actually Indonesian joke. It's started by school boy who run after the bus and yell "Om Telolet Om," means "Uncle, telolet please,"  asking for the bus driver to honk the horn.

But, lately, it become viral and folowed by many people, then come to social media.

Hebatnya lagi, sudah beberapa kali Indonesia naik daun karena hal-hal kecil yang bisa dibilang ‘tak penting’. Salah satunya adalah hastag Om Telolet Om.

Beberapa waktu yang lalu, #omteloletom jadi world trending topic di Twitter dan berhasil membuat dunia Twitter menaruh minat pada hastag yang sedikit nyeleneh itu. Beberapa mengira Om Telolet Om itu berasal dari India atau kitab keagamaan Hindu atau Budha, tapi kemudian akhirnya mereka tahu kalau Om Telolet Om itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan hal-hal itu.

Om Telolet Om adalah kalimat yang sering diteriakkan anak-anak kecil di Pantura saat ada bus besar yang lewat. Anak-anak usia sekolah dasar akan berdiri berjejer atau bergerombol di pinggir jalan sambil mengacung-acungkan jempol ke arah bus. Kemudian mereka akan melonjak kegirangan saat supir bus membunyikan klakson panjang yang bunyinya “Telolet-telolet”. Jika bus hanya membunyikan klakson pendek, maka anak-anak itu akan berteriak kecewa.

Munculnya fenomena video klakson bus ini memang dimulai dari daerah Pantura, saat itu anak-anak suka mengumpulkan berbagai video klakson bus. Bukan cuma klakson telolet, namun klakson panjang lainnya pun ikut dikumpulkan. Semakin banyak video klakson bus yang dimiliki, semakin hebat lah anak itu dimata teman-temannya.

Hanya saja hobi yang satu ini bukan tanpa risiko, apalagi untuk anak-anak yang masih belum bisa menimbang keamanan untuk diri mereka sendiri. Risiko tersrempet kendaraan di jalanan selalu ada, belum lagi saat mengejar-ngejar bus untuk merekam klaksonnya lebih jelas juga risikonya sangat besar, bisa jadi si anak terjatuh dan terhantam kendaraan bermotor.

Sekarang bukan hanya anak-anak usia SD saja yang suka mengoleksi video klakson telolet, namun orang dewasa (terutama pecinta bus) juga ikut mengoleksi video bus. Seiring dengan makin meningkatnya populeritas jargon “Om Telolet Om”, bukan cuma bus lover yang menyukai klakson telolet ini, namun masyarakat biasa juga ikut euphoria klakson telolet.

Tua muda, lelaki perempuan juga mulai ikut menggilai klakson telolet. Setiap ada bus yang lewat, maka mereka akan mengacungkan jempol ke arah bus, sambil berteriak-teriak “Om, telolet Om!” berulang-ulang. Saat supirnya membunyikan klakson telolet, maka orang-orang di tepian jalan itu akan bersorak-sorak gembira.

Fenomena Om Telolet Om ini menjadi salah satu bukti bahwa kebahagiaan itu sederhana. Tak perlu mengeluarkan banyak uang dan jauh-jauh ke tempat wisata yang mewah demi mendapatkan kebahagiaan, cukup berkumpul dengan teman-teman dan meminta supir bus membunyikan klakson, sudah cukup membawa kebahagiaan.

Hal itu dibuktikan dengan muka-muka sumringah dari penggila klakson telolet saat klakson panjang itu berbunyi. Memang hobi baru masyarakat ini tidak sepenuhnya disukai oleh anggota masyarakat yang lain, ada juga yang merasa terganggu dan dirugikan dengan klakson panjang yang suaranya keras sekali ini. Terlebih jika klakson dibunyikan di daerah padat pemukiman atau saat dalam situasi macet, bukannya membuat gembira dan ceria, yang ada malah menambah stres.

Oleh karena itu, perlu ada perhatian juga baik dari pecinta klakson telolet maupun supir busnya itu sendiri. Jangan meminta klakson dibunyikan di daerah padat penduduk, perhatikan sekitar supaya masyarakat yang tidak ikut fenomena “Om Telolet Om” tak merasa terganggu.



loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Apa Itu Om Telolet Om?

0 comments:

Post a Comment