Cara Menurunkan Berat Badan

Tips Puasa Untuk Lansia

Tips Puasa Lansia - Bulan Ramadhan akan segera tiba, semua umat muslim, baik itu besar kecil, laki-laki atau perempuan, atau juga tua dan muda, semuanya juga memiliki keinginan yang sama untuk beribadah dengan sempurna selama bulan puasa. Berpuasa tidak bisa dibatasi karena faktor usia, karena banyak yang mengatakan jika orang lanjut usia atau lansia tak boleh berpuasa karena bisa membahaykan kesehatan mereka. Namun ternyata kaum senior atau lansia (lanjut usia) tetap bisa berpuasa dan beribadah dengan lancar, namun dengan syarat harus tetap mawas diri dan paham kondisi kesehatan diri sendiri. Berpuasa di bulan Ramadhan tak hanya akan memberikan pahala besar yang bisa membuat semua muslim merindukan bulan ini di setiap waktunya, namun juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, begitu pula untuk tubuh kaum manula. Pada penelitian terbaru, berpuasa nyatanya memberikan pengaruh besar dalam perbaikan fungsi ginjal pada orang lanjut usia. Dalam studi yang dilakukan pada pasien berusia 60 tahun ke atas, dengan berpuasa fungsi ginjal mereka membaik pada hari ke-28 Ramadan dan hari ke-14 setelah Ramadan. Hal ini membuktikan bahwa tak ada gangguan pada fungsi ginjal mereka selama berpuasa dan setelah lepas bulan Ramadhan, asalkan mereka memiliki disiplin dalam mencukupi asupan cairan mereka.

Saat berusia lanjut, secara otomatis cairan dalam tubuh manusia berkurang sehingga ketika menjalankan puasa akan lebih cepat haus dan berisiko mengalami dehidrasi, selain itu nafsu makan pun mulai menghilang, membuat daya tahan tubuh kaum senior semakin melemah. Hal ini biasanya karena faktor sosial, faktor psikologis, disebabkan penyakit, dan juga sensasi rasa lapar yang menurun. Selain penurunan nafsu makan, adanya rasa lelah, rasa lemah, dan juga bingung juga selalu merasuki orang yang sudah lanjut usia. Maka dari itu untuk menyiasati hal ini, disarankan para manula untuk minum dan makan dengan mengunakan sense otak, bukan dengan lidah. Maka dari itu penuhi asupan kalori seperti biasanya karena kebutuhan kalori sama dengan ketika tidak berpuasa.



Namun yang perlu diperhatikan adalah  pola makan diubah menjadi 40% kalori saat sahur, kemudian 50% saat berbuka puasa, dan 10% sesudah tarawih. Jangan lupa juga untuk konsumsi cairan sebanyak 30–50 cc/kg berat badan/hari atau setara dengan delapan sampai 10 gelas setiap hari, untuk menyiasatinya dapat dibagi menjadi 2 gelas saat berbuka puasa, 3–4 gelas setelah tarawih sampai dengan sebelum tidur, kemudian 1 gelas saat bangun tidur sebelum sahur, serta 1–2 gelas saat sahur. Jangan dibiasakan untuk menunggu sampai haus baru minum, karena hal ini mencegah rasa lemas dan mengalami dehidrasi.

Bag ianda kaum lansia, atau juga bagi anda yang masih dalam usia produktif, biasakan konsumsi air atau jus buah antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Kemudian hindari terlalu banyak es karena dapat menahan rasa kenyang yang mengakibatkan konsumsi makanan lengkap menurun. Ingat, komposisi gizi makanan harus seimbang. Anda harus membatasi makanan yang digoreng dan berlemak, perbanyak serat dan hindari yang lebih cepat dicerna, seperti gula. Ketika sahur jangan minum teh atau kopi karena bersifat diuretik yang membuat lansia sering buang air kecil. Tentu ini akan sangat merepotkan.

Ingin puasa lancar dan perut tak cepat merasa lapar? Dianjurkan konsumsi makanan yang lambat dicerna dan tinggi serat. Ketika anda berbuka puasa, anda disarankan untuk mengonsumsi kurma karena mengandung gula serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium. Buah pisang juga baik dikonsumsi karena sumber kalium, magnesium, dan karbohidrat. Jauh lebih baik jika anda makan makanan yang berat setelah salat saja, pada saat berbuka puasa cukup batalkan dengan minum minuman yang manis atau makan kurma saja untuk membatalkan.

jangan lupa juga untuk selalu mengkonsumsi vitamin dan mineral, karena mencukupi tubuh dengan multivitamin yang dibutuhkan oleh tubuh anda bisa memperlancar ibadah kita di bulan puasa. Jangan lupa  waspadai terjadinya kekurangan cairan. Namun yang paling penting bagi para lansia untuk selalu periksa ke dokter sebelum memulai puasa, hal ini ditujukan untuk mengatur obat-obatan yang harus dikonsumsi saat berbuka puasa dan sahur. Demikian adalah tips puasa sehat bagi lansia, semoga bermanfaat.



loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tips Puasa Untuk Lansia

0 comments:

Post a Comment