Cara Menurunkan Berat Badan

Makanan Yang Sebaiknya Diubah Saat Puasa Dan Berbuka

Jangan berbuka dengan makanan yang manis! jika anda mengira berbuka dengan makanan yang manis itu adalah sunnah, maka anda adalah salah. Kurma memang terasa manis, justru kurma segar yang dianjurkan oleh rasul tidak terasa begitu manis, justru kurang manis dan rendah lemak. Sementara kurma yang datang ke Indonesia adalah kurma yang sudah dijadikan manisan sehingga rasanya jauh lebih manis. Maka dari itu, menyantap kurma dibatasi jangan lebih dari tujuh butir per hari. Lantas mengapa tak boleh menyantap makanan yang manis-manis saat berbuka? Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, penyantapannya sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, yakni karbohidrat kompleks, bukannya gula (karbohidrat sederhana). Sementara itu karbohidrat kompleks, jika akan menjadi glikogen, maka perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya apabila makan yang manis-manis, maka kadar gula darah akan melonjak naik, atau langsung. Ini sangat tidak sehat. Apabila karbohidrat kompleks seperti kurma asli, maka naiknya pelan-pelan.

Mari kita bicara `indeks glikemik (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin semakin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, maka dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.


Contohnya saja [ara praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, mereka akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Maka sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Mengapa? Itu karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Karena penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari oleh mereka.



Disaat sahur dan buka puasa sebaiknya anda juga memperbanyak sayuran dan buah-buahan segar, makanya proses kerja organ tubuh tidak berat. Sementara itu menu makanan yang sebaiknya diubah saat Ramadhan diantaranya adalah :

    Beras Putih, sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak, hal itu karena akan sering lupa dikunyah dengan baik sehingga membebani proses pencernaan pankreas.

    Roti yang berbahan dasar ragi biasanya akan memicu banyak masalah pencernaan. Dengan mengkonsumsi roti saat sahur dapat menyebabkan tubuh cepat lemah, serta lapar dan sistem pencernaan terganggu.
 
    Konsumsi sereal sering dipilih karena dipercaya dapat menyebabkan rasa kenyang lebih lama. Hal itu karena sereal banyak mengandung gandum dan gluten yang umumnya sulit dicerna, akhirnya banyak orang menyampurkannya dengan susu atau buah. Padahal sesungguhnya kondisi ini dapat meningkatkan kadar gula darah dan memperberat kinerja pankreas.
 
    Protein Hewani seperti daging merah, atau unggas atau ikan sering disalahartikan banyak orang sebagai makanan utama, padahal sesungguhnya proses memecahnya menjadi asam amino memerlukan proses minimal empat jam, hingga tidak baik apabil anda menjadikan protein hewani sebagai menu utama saat puasa.
 
    Konsumsi Susu Hewan & Turunan (keju, yoghurt atau es krim) menurut Erikar Lebang akan bergizi tinggi hanya diperuntukkan untuk spesies mereka sendiri. Dengan mengonsumsi susu hewan dan turunannya bisa memberikan risiko penyakit jangka pendek atau panjang.
 
    Aneka makanan Olahan (Bakso, daging asap dan sosis) membutuhkan garam dengan porsi tinggi saat dibuat. Sehingga dengan adanya penambahan substansi lain untuk membuatnya menjadi makanan siap saji akan semakin memperburuk kinerja pencernaan tubuh untuk menguraikannya menjadi zat penting yang diperlukan tubuh.
 
    Meminum satu cangkir Kopi atau teh akan menyebabkan efek diuretikal (pengurasan cairan tubuh), sehingga akan menyebabkan anda kehilangan cairan tubuh sebanyak tiga cangkir kopi. Tentunya hal ini tidak baik apabila anda sedang puasa, ditambah dengan efek sulit tidur karena minum kopi akan mengganggu pola tidur anda.

Demikianlah beberapa jenis makanan yang sebaiknya diubah saat puasa dan juga saat berbuka, karena ada banyak kaum muslim diluaran sana yang masih saja salah menyusun menu makanan hingga akhirnya membuat mereka sendiri kepayahan saat melaksanakan puasa. Padahal berpuasa itu sendiri memerlukan asupan gizi dan nutrisi yang cukup karena tentunya ada banyak kegiatan ibadah yang perlu anda lakukan di siang hari. Maka dari itu mulailah untuk mengubah menu makanan atau bahan makanan yang akan anda santap saat buka dan juga pada saat anda akan sahur dengan aneka jenis makanan yang dianjurkan saat sahur dan saat buka.



loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Makanan Yang Sebaiknya Diubah Saat Puasa Dan Berbuka

0 comments:

Post a Comment