Cara Menurunkan Berat Badan

Cara Tepat Menyimpan Makanan agar Aman dan Sehat

Pangan akan menjadi tidak aman dan menimbulkan efek samping seperti keracunan pangan yang akhirnya memicu berbagai gangguan kesehatan. Salah satu faktor penyebab keracunan pangan adalah penyimpanan bahan pangan yang kurang tepat.

Dalam peristiwa berskala besar, keracunan pangan masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Data Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa adanya peningkatan laporan KLB keracunan pangan. Jika pada tahun 2011 pemerintah menerima 177 laporan, pada tahun 2012 laporan KLB keracunan pangan mencapai 312. Sepanjang tahun 2011 sampai 2012, keracunan yang pangan paling banyak terjadi di rumah tangga termasuk hajatan, selain disekolah-sekolah, jasa boga termasuk.

Cara Tepat Menyimpan Makanan agar Aman dan Sehat

Angka kejadian keracunan pangan yang terjadi di rumah tangga, sebenarnya dapat dicegah dengan salah satu caranya yaitu memastikan penyimpanan bahan pangan sudah tepat dari segi waktu dan pengaturan suhunya.

Dalam Modul Keamanan Pangan Unilever Food Solutions, Chef Vindex Tengker memberikan sejumlah kiat sederhana mempraktikkan keamanan pangan terkait penyimpanan bahan pangan.

Penyalahgunaan waktu dan suhu dalam penyimpanan bahan pangan menjadi salah satu faktor risiko keracunan pangan. Untuk mengatur suhu tepat penyimpanan bahan pangan, berikut beberapa kiatnya:

1. Segera proses bahan makanan seperti fillet ikan atau jika merasa perlu menyimpannya maka pastikan suhu sudah benar.
2. Simpan makanan yang mudah rusak di pendingin tepat dengan suhu pembekuan yang benar untuk menghindari berkembangnya mikrobakteria.
3. Beda jenis makanan beda pengaturan suhu penyimpanan. Misalnya, daging beku sebaiknya simpan di suhu kurang dari minus 12 derajat Celcius. Beda halnya dengan daging dingin atau ikan segar, juga daging beku yang dilunakkan, aman disimpan di suhu nol derajat Celcius hingga empat derajat Celcius. Sedangkan produk susu dan bahan lain yang membutuhkan pendingin, sebaiknya suhu penyimpanan kurang dari lima derajat Celcius. Untuk sayuran, suhunya dua hingga empat derajat Celcius, dan hanya dikeluarkan dari pendingin jika diperlukan.

Untuk mencegah penyalahgunaan waktu penyimpanan bahan pangan, berikut ini caranya:
Setelah lunak (dalam kulkas) bahan harus dikonsumsi dalam waktu satu hari dan jika dibekukan kembali nutrisinya akan menjadi hilang.
1. Lunakkan daging, ikan, unggas beku dalam kulkas dengan suhu 0-4 derajat Celcius, atau gunakan microwave, selain itu juga bisa menggunakan kemasan plastik tertutup di bawah aliran air.
2. Setelah makanan dikeluarkan dari lemari es, masak dalam waktu maksimum dua jam.
3. Proses perendaman bahan pangan sebaiknya lakukan di dalam lemari es bukan di suhu ruang.




loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Tepat Menyimpan Makanan agar Aman dan Sehat

0 comments:

Post a Comment